Jumat, 08 Juni 2012

Setting PC Router di Ubuntu 11.04



Berikut hal-hal yang diperlukan untuk membuat pc router ubuntu 11.04:
  1.  PC yang terinstall Ubuntu 11.04
  2. 2 Buah LAN Card
  3. PC / Notebook sebagai Client
Jika peralatan sudah siap,konfigurasi IP address.Berikut konfigurasinya:

eth0 (koneksi ke Internet)
IP address     :192.168.50.99
Netmask       :255.255.255.0
Gateway       :192.168.50.201

eth1 (Koneksi ke client)

IP address     :192.168.100.1
Netmask       :255.255.255.0
Gateway       :kosongkan

Berikut langkah merubah konfigurasi IP address via GUI:
  1. Klik logo start ubuntu.
  2. Ketikkan “Network” pada address search | Klik Icon Network Connection.
  3. Muncul Jendela Network Connection | Klik eth0 (jika belum ada eth0 klik add) | Klik Edit | Klik Tab Ipv4 Settings.
  4. Masukkan Konfigurasi Ip address sesuai Alokasi untuk eth0 diatas | Save.
  5. Klik eth1 | Klik Edit | Klik Tab Ipv4 Settings. 
  6. Masukkan Konfigurasi Ip address sesuai Alokasi untuk eth1 diatas | Save. 
Jika sudah berikutnya kita akan mengatur konfigurasi untuk pc router,berikut langkah-langkahnya:  
  1. Buka terminal (Ctrl+Alt+T).
  2. Masuk ke root dengan mengetikkan pada terminal sudo -i.
  3. Masukkan password.    

 Aktifkan Paket Forwarding 

Ip Forward adalah suatu system dalam linux yang berfungsi untuk meneruskan atau mem forward suatu paket dari suatu network ke network yang lain. Untuk itulah Ip forward ini perlu di aktifkan supaya jaringan LAN kita bisa mengirim maupun menerima paket dari internet.Berikut langkah-langkahnya:
  1. ketik pada terminal gedit /etc/sysctl.conf.
  2. lakukan pencarian “ net.ipv4.ip_forward “ dengan cara tekan ctrl+f kemudian ketikkan net.ipv4.ip_forward | Setelah ketemu, hilangkan tanda # dan beri valuenet.ipv4.ip_forward=1.
  3. Save & exit
  4. Aktifkan konfigurasi dengan cara ketik pada terminal sysctl -p 

Aktifkan NAT (Network Address Translation)

Dengan konfigurasi NAT ini memungkinkan client kita yang tidak memiliki IP Publik untuk tetap bisa Konek ke Internet. Yaitu dengan cara membungkus Ip privat LAN kita dengan Ip Publik yang kita punya.Berikut langkah-langkah mengkonfigurasinya:
  1. ketik gedit /etc/rc.local 
  2. Setelah itu tambahkan baris baru diatas exit 0 dan ketik konfigurasi berikut iptables -t nat _A POSTROUTING -s 192.168.100.0/24 -d 0/0 -j MASQUERADE
  3. Save & exit 

Setting DHCP Server di Ubuntu 11.04



DHCP ( Dynamic Host configuration protocol ) merupakan suatu layanan dari server yang memberikan IP secara otomatis kepada client.

Konfigurasi IP yang saya gunakan:
eth1
IP address :192.168.100.1
Netmask   :255.255.255.0Gateway   :Kosongkan 




Berikut langkah-langkah membuat DHCP server di ubuntu 11.04:

Langkah 1 :Masuk ke terminal

  1. tekan Ctrl+Alt+T 
  2. masukkan perintah sudo -i untuk masuk ke root

Langkah 2 :Install DHCP Server


Install paket DHCP server dengan menggunakan perintah berikut:
apt-get install dhcp3-server  (tunggu sejenak hingga proses install selesai)

Langkah 3 : Konfigurasi file isc-dhcp-server


Konfigurasi file isc-dhcp-server yang terletak pada direktori /etc/default.Berikut perintahnya:
gedit /etc/default/isc-dhcp-server | cari : ethernet="" kemudian rubah menjadi ethernet="eth1" (sesuaikan sesuai dengan eth mana yang mengarah ke client di jaringan anda) | save & exit.

Langkah4 : Konfigurasi file dhcpd.conf


Konfigurasi file dhcpd.conf yang terletak di didirektori /etc/dhcp dengan menggunakan perintah berikut:
gedit /etc/dhcp/dhcpd.conf  | cari bagian : #slightly different configuration for an internal subnet.
pada konfigurasi IP dibawahnya hilangkan tanda "#" dan sesuaikan dengan konfigurasi IP yang direncanakan di awal tadi.
subnet 192.168.100.0 netmask 255.255.255.0
{
range 192.168.100.1 192.168.100.20; #range ip
option domain-name-servers ns.logitekh.com; #dns server
option-domain-name "logitekh.com"; #nama domain
option routers 192.168.100.1; #gateway
option broadcast-address 192.168.100.255; #broadcast
default-lease-time 600
max-lease-time 7200
}
save & exit.

Langkah 5 : Start Service DHCP 


Untuk memulai service DHCP ketik perintah berikut:
/etc/init.d/isc-dhcp-server start

Setting DNS Server di Ubuntu 11.04



DNS (Domain Name System) merupakan sebuah service yang dipergunakan untuk menerjemahkan alamat IP kedalam nama domain.
 Gah usah basa-basi lagi nih langkah-langkahnya tapi sebelumnya pastikan anda membuka terminal dan masuk ke root:

Langkah 1 : Install paket Bind

Ketik apt-get install bind9 (tunggu sejenak hingga proses selesai).

Langkah 2 : Konfigurasi file named.conf.local


Untuk mengkonfigurasinya ketik gedit /etc/bind/named.conf.local  | tambah baris baru dan isikan konfigurasi berikut:

# Nama zone sesuaikan dengan nama domain yang ingin anda buat
zone "logitekh.com"
{
type master;
file "/etc/bind/db.logitekh.com";
};

# IP sesuaikan dengan konfigurasi IP anda (di tulis terbalik, IP yang saya gunakan untuk DNS server ini adalah 192.168.100.1)

zone "100.168.192.in-addr.arpa"
{
type master;
file "/etc/bind/db.192";
};

save & exit

Langkah 3 : Konfigurasi file named.conf.options


untuk membuka filenya ketik gedit /etc/bind/named.conf.local   | ganti forwarders 0.0.0.0 menjadi forwarders 192.168.100.1 (sesuai dengan ISP ).
save & exit

Langkah 4 : Konfigurasi file db.logitekh.com


Pertama copy dulu isi file db.local ke db.logitekh.com dengan cara ketikkan pada terminal 
cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.logitekh.com | setelah itu baru konfigurasi file db.logitekh.com dengan cara gedit /etc/bind/db.logitekh.com dan rubah konfigurasinya menjadi seperti berikut:

;
; BIND data file for local loopback interface
;
$TTL 604800   
@         IN    SOA        ns.logitekh.com. admin.logitekh.com. (
                                                          33                  ; Serial
                                                          604800         ; Refresh
                                                          86400           ; Retry
                                                          2419200       ; Expire
                                                          604800 )      ; Negative Cache TTL
;
@         IN      NS              ns.logitekh.com.
@         IN      A                127.0.0.1
@         IN      AAAA        ::1
@         IN      A                192.168.100.1
www    IN      CNAME     ns

save & exit

Langkah 5 : Konfigurasi file db.192


Sama seperti langkah no.4  copy dulu isi file db.local ke db.logitekh.com dengan cara ketikkan pada terminal 
cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.192 | setelah itu baru konfigurasi file db.192 dengan caragedit /etc/bind/db.192 dan rubah konfigurasinya menjadi seperti berikut:

;
$TTL 604800   
@         IN    SOA        ns.logitekh.com. admin.logitekh.com. (
                                                          13                  ; Serial
                                                          604800         ; Refresh
                                                          86400           ; Retry
                                                          2419200       ; Expire
                                                          604800 )      ; Negative Cache TTL
;
@         IN      NS              ns.
@         IN      A                127.0.0.1
1           IN      PTR           ns.logitekh.com.
1           IN      PTR           www.lima.com.
www    IN      CNAME     ns

save & exit

Langkah 6 : Memulai Service Bind


Untuk memulai service DNS kita harus memulai service bind berikut perintah yang di masukkan untuk memulai proses bind ketik /etc/init.d/bind9 start .

Setting Web Server di Ubuntu 11.04



Assalamualaikum Sobat Banyuwangi, ketemu maning ambi isun, isun arep njelasno kelendi carane nginstall webserver nang Ubuntu 11.04.
Mugo mugo byaen, bermanfaat kanggo poro Sobat Banyuwangi sedoyo...


Server web adalah sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML. Server web yang terkenal diantaranya adalah Apache dan Microsoft Internet Information Service (IIS). Apache merupakan server web antar-platform, sedangkan IIS hanya dapat beroperasi di sistem operasi Windows.


untuk cara instalasinya bisa di pahami dibawah ini:

Lankah 1 : Install apache


sudo apt-get install apache2
 
Jika sudah selesai anda bisa mencoba apache dengan menjalan aplikasi web browser (firefox,  opera atau yang lain) panggil webserver dengan alamat:

         http://localhost/

Jika intalasi anda berhasil maka akan muncul sebagai berukut :

    It works!
    This is the default web page for this server.
    The web server software is running but no content has been added, yet.

Perintah – perintah lainnya untuk webserver:

  sudo /etc/init.d/apache2 start     => menjalankan apache /webserver

  sudo /etc/init.d/apache2 stop      => menghentikan apache /webserver

  sudo /etc/init.d/apache2 restart   => menjalankan ulang apache /webserver

Langkah 2 : Install Mysql-server


 sudo apt-get install mysql-server

>> anda akan diminta untuk memasukan user dan password mysql

masukan misalnya :

user     : root


password : root

Langkah 3 : install phpmyadmin


Aplikasi ini untuk mengolah database mysql (membuat, mengedit, menghapus, menambah dan lain- lain)

sudo apt-get install phpmyadmin

sudo cp /etc/phpmyadmin/apache.conf /etc/apache2/conf.d 

sudo /etc/init.d/apache2 restart 

Untuk mencoba pakai aplikasi browser panggil alamat :

http://localhost/phpmyadmin

masukan:

user     : root


password : root

Langkah 4 :Install PHP







 sudo apt-get install php5 libapache2-mod-php5

sudo /etc /init.d/apache2 restart

Untuk mencoba anda bisa membuat skrip php pada diretory /var/www/  untuk contoh anda  bisa membuat phpinfo.php

     sudo gedit /var/www/phpinfo.php

<?php

phpinfo();

?>

Setelah anda simpan, coba jalanlan dengan web broser dengan alamat :

    http://localhost/phpinfo.php

Senin, 30 Januari 2012

Tips Singkat: Cara Aman Saat Menggantungkan SLR Di Pundak


Jika anda pemakai kamera SLR, anda satu tips sederhana dan singkat supaya lensa dan kamera anda makin aman. Terutama saat anda memasang lensa panjang (tele) di body kamera, perhatikan cara anda menggantungkan kamera di pundak.
Perhatikan dua gambar dibawah ini, ada perbedaan besar diantara keduanya. Dalam gambar sebelah kiri, sisi muka lensa dengan elemen kaca menyembul keluar. Sementara dalam gambar sebelah kanan, ujung muka lensa relatif tersembunyi di belakang (maaf) pantat.
Kamera di pundak
Dalam hemat saya, dengan cara menggantungkan kamera seperti dalam gambar sebelah kanan akan membuat lensa lebih terlindung. Jika anda menggantung kamera seperti cara pada gambar di sebelah kiri, besar kemungkinan lensa terbentur benda keras karena arahnya yang menonjol keluar (bayangkan lensa anda terbentur tembok, dinding, pintu, orang yang berjalan berpapasan dll). Akan lebih aman jika anda menyembunyikan ujung lensa kebelakang.
Silahkan dicoba. Sembunyikan lensa dibelakang (sekali lagi, maaf) pantat anda!

Mengenal Fitur Lensa: Minimum Focusing Distance


Jarak fokus minimum
Semua jenis lensa yang tersedia di pasaran memiliki titik dimana jika kita bergerak lebih dekat ke obyek foto, maka lensa tidak akan bisa fokus (blur). Secara umum, titik ini biasa disebutMinimum Focusing Distance (MFD) atau jarak fokus minimum. MFD dinyatakan dalam satuan panjang (misal 0,5 m) diukur dari jarak sensor cahaya di kamera sampai dengan obyek foto. Jika sebuah lensa, seperti foto diatas memiliki MFD 0,25 meter (25 cm) berarti bahwa jarak minimum obyek foto ke sensor foto agar foto tetap tajam adalah 25 sentimeter, begitu kita membawa obyek foto lebih dekat ke kamera, maka foto akan mulai blur.
Informasi besaran Minimum Focusing Distance biasanya tertulis di lensa itu sendiri (seperti foto diatas), jika anda bingung mencarinya di lensa, anda akan tetap menemukannya di spesifikasi teknis di buku manual maupun katalog lensa tersebut.
Informasi mengenai MFD sebenarnya tidak banyak berguna bagi pengguna umum, namun jika anda menggemari fotografi makro (close up), berapa MFD sebuah lensa adalah informasi penting. Karena lensa makro memang dari awal dirancang untuk memenuhi kebutuhan para fotografer makro, maka untuk rata-rata lensa makro, MFD-nya bisa mencapai 16 cm. Dan karena jarak 16 cm ini diukur dari posisi sensor cahaya – obyek foto, maka kita ibaratnya bisa menempelkan ujung lensa ke obyek foto dan lensa makro tersebut masih bisa mengambil fokus.
Sementara MFD untuk kategori lensa SLR (non makro) biasanya sekitar 30 cm atau lebih. Sebagai contoh lensa Nikon 50mm f/1.4 G dibawah ini tertulis memiliki MFD 0,45 m (sama dengan 45 cm MFD).
minimum focusing distance

11 Tips Memotret Dengan Kamera Handphone


2353589363_07b284fe16
Handphone adalah alat yang selalu kita bawa kemana – kemana, bukan hanya karena fungsinya sebagai alat komunikasi namun juga karena ia memiliki kemampuan ‘super’; pemutar mp3, GPS, perekam, organizer dan tentu saja kamera.
Dengan terus bertambahnya kemampuan kamera handphone (megapiksel, kualitas lensa dan adanya flash), frekuensi dan jumlah penggunanya juga semakin banyak. Sayangnya, hasil foto menggunakan kamera ini masih tetap terbatas. Bukan semata karena kualitas kamera namun juga mungkin cara kita menggunakannya.
Ini adalah 11 tips yang bisa anda pakai untuk memaksimalkan kualitas foto dari kamera handphone, apapun merk handphone anda, silahkan:
  • Jangan gunakan zoom, mendekatlah ke obyek foto
  • Kamera handphone cenderung memperkecil obyek foto, jadi selalu usahakan agar anda memotret dari jarak yang cukup sehingga keseluruhan obyek bisa memenuhi frame tanpa harus menggunakan zoom. Zoom akan menurunkan resolusi foto anda secara keseluruhan dan membuat foto tidak tajam.
  • Pastikan cahaya yang menerangi obyek mencukupi
  • Kamera hanphone tidaklah sesensitif mata kita yang bisa melihat di keremangan. Usahakan selalu agar cahaya yang menerangi obyek foto mencukupi, hasil foto outdoor cenderung lebih bagus dibanding indoor. Jika tersedia, gunakan flash saat memotret indoor. Namun harus diingat bahwa jarak efektif flash adalah sekitar 2-3 meter, jadi jangan berharap kita bisa menerangi seisi ruangan dengan flash.
  • Pegang handphone se-stabil mungkin
  • 2095094840_1a0c27fa75_m
    Semakin stabil kamera semakin bagus foto kita. Jadi usahakan selalu agar tangan kita tenang saat mengambil foto. Jika perlu, manfaatkan benda yang lebih stabil sebagai sandaran, misalnya pohon atau tembok sehingga membantu kestabilan tangan.
  • Baca tips tentang komposisi
  • 175669860_2c90793880_m
    Pengetahuan tentang komposisi yang bagus akan membantu kita memotret dengan lebih baik. Cobalah baca tips komposisi singkat ini. Namun jangan terpaku, seperti kata para fotografer tenar bahwa dalam aturan pertama dalam fotografi adalah tidak ada aturan,  yang ada adalah selera.
  • Cobalah memotret dari tempat yang tidak biasa
  • Foto yang dibuat dari sudut yang biasa-biasa saja maka hasilnya juga akan biasa-biasa saja. Untuk itu cobalah memotret dari sudut yang tidak biasa, misalnya dari bawah obyek seperti contoh di bawah.
  • Pilih resolusi tertinggi
  • Resolusi tertinggi berarti foto yang dihasilkan memiliki detail lebih banyak dan bisa dicetak lebih besar. Jika kamera memberi pilihan resolusi, pilihlah resolusi tertinggi. Juga resolusi tinggi juga berarti ukuran file yang lebih besar, ini menjadi pertimbangan bagi pemilik handphone dengan kapasitas memory terbatas atau misalnya foto akan dikirim maka akan membutuhkan waktu transfer lebih lama.
  • Pastikan lensa selalu bersih
  • Sebaik apapun kita memotret dan sebagus apapun obyek foto tapi jika lensa kita kotor maka hasilnya pastilah jelek. Mengingat handphone kita lama berada di kantong maka kotoran kelamaan akan menempel di lensa kamera, oleh karena itu secara berkala bersihkan lensa dari kotoran. Gunakan kain lembut untuk membersihkan, tak perlu cairan apapun. Jika terkena minyak, gunakan cairan pembersih LCD atau kacamata.
  • Kenali waktu jeda shutter
  • Kamera handphone memiliki apa yang disebut shutter lag, yakni waktu jeda antara saat kita memencet dan saat kamera mulai mengambil foto. Kenali waktu jeda ini dengan baik supaya tangan kita tetap tenang sesaat setelah kita menekan shutter.
  • Hindari mengedit foto dari handphone
  • Handphone memiliki beberapa fitur pengolahan foto bawaan yang cukup menarik (dan lucu-lucu), namun jika anda cukup tahan godaan dan rela kerepotan mengolah foto di komputer, maka hasilnya akan jauh lebih bagus dan kita akan memiliki keleluasaan kreatif yang lebih besar nantinya ketika mengolah foto di komputer.
  • Foto sesering mungkin
  • Kita harus bersyukur hidup di jaman digital sehingga berapapun kita memotret, kita tidak perlu mengeluarkan ongkos ekstra. Bayangkan jika anda memotret menggunakan film, berapa roll yang harus dibeli? Karena itu, jangan sungkan dan ragu, potretlah sebanyak dan sesering mungkin, semakin banyak kita memotret semakin banyak pula hasil yang bagus.
  • Jangan beri efek di handphone, beri efek di komputer
  • Kebanyakan handphone melengkapi dirinya dengan aplikasi tertentu yang memungkinkan kita mendapat efek seperti yang kita maui, misalnya hitam-putih, crop, sephia dll. Namun untuk mendapatkan hasil terbaik, gunakan software photo editor pilihan anda.

5 Settingan Yang Harus Diperiksa Sebelum Mulai Memotret


Pernah tidak mengalami kejadian seperti ini?
  • Anda pulang dari acara memotret dan baru menyadari bahwa tadi di sepanjang pemotretan anda menggunakan ISO 1200, padahal acaranya dilaksanakan di siang bolong saat ISO 100 saja cukup
  • Anda baru menyadari bahwa anda menggunakan settingan white balance untuk mendung, padahal dari awal acaranya dilakukan diruangan dengan penerangan lampu neon
Kesalahan mendasar seperti ini membuat kita harus bersusah payah melakukan koreksi pada foto, kalau satu dua sih tidak masalah, kalau ratusan foto?. Okelah, mungkin dengan bantuan software kita bisa melakukan koreksi dengan relatif cepat, tapi bukankah lebih enak kalau kesalahan seperti ini bisa dihindari sejak awal.
Ada 5 hal mendasar yang harus selalu kita periksa sebelum jari kita memencet tombol shutter pertama kali. Silahkan:

1. Periksa Settingan White Balance Anda

Settingan White Balance
Gunakan settingan white balance yang sesuai dengan kondisi, atau kalau anda percaya dengan kamera, set white balance di posisi auto. Baca lebih jauh tentang white balance.

2. Hidupkan Highlight Warning Kamera

Highlight Warning
Tips ini ampuh untuk menghindari foto yang overexposure. Highlight warning adalah penanda yang muncul di layar LCD kamera saat ada bagian foto yang terbakar alias overexposed.

3. Periksa Setting ISO

Settingan ISO
Settingan ISO menentukan seberapa peka sensor kamera kita terhadap cahaya, makin tinggi angkanya semakin peka. Kalau tadi malam anda memotret pesta ulang tahun teman anda di restoran, pastinya ISO yang digunakan akan berbeda dengan setting ISO saat akan digunakan untuk memotret acara gerak jalan dikantor.
Baca lebih jauh mengenai ISO disini.

4. Periksa Setting Ukuran dan Format Foto

Ukuran foto
Memotret ribuan foto sekaligus, seperti misalnya saat anda hunting di kebun binatang, tentunya membutuhkan pengaturan ukuran foto yang berbeda dibandingkan memotret keluarga di studio misalnya, apalagi jika kartu memori yang anda miliki kapasitasnya berbeda.
Format foto, apakah harus memilih JPG atau RAW juga wajib dipertimbangkan sebelum sesi foto anda dimulai.

5. Periksa Settingan Mode Ekspposur Kamera

Setting mode eksposure
Dalam kamera SLR atau pocket, biasanya tersedia beberapa pilihan untuk mode eksposur yang anda pilih: Manual-Aperture Priority-Shutter Priority-Mode Program-dan beberapa preset bawaan kamera. Pastikan anda sudah mengetahui mode mana yang akan anda pilih.
Mengenai mode eksposur dan beberapa preset, silahkan baca lebih jauh disini.
Lakukan 5 persiapan diatas, maka acara hunting, sesi memotret maupun iseng-iseng memotret acara di RT anda akan lebih lancar dan anda juga akan terlihat lebih profesional.

Memahami Pengertian White Balance


Setiap pemilik kamera digital atau handphone kelas menengah yang dilengkapi kamera, paling tidak pernah menemui istilah white balance. Jadi apa itu white balance? Kenapa harus peduli?
Oke mari kita bahas dengan cara yang gampang dan aplikatif.
White balance adalah aspek penting dalam dunia fotografi dan berpengaruh pada hasil akhir foto. Alasan kenapa kita perlu memahami white balance adalah karena kita ingin warna foto kita seakurat mungkin. Jadi, white balance berpengaruh terhadap warna foto.
Agar lebih jelas silahkan lihat contoh foto dibawah ini:
Ketiga foto diatas adalah foto yang identik, bahkan ketiganya berasal hanya dari satu foto. Saya hanya mengubah setting white balance-nya dan hasilnya: ketiganya sangat berbeda warnanya. Foto A tampak sangat kebiruan, foto B terlihat cukup normal dan foto C terlihat kekuning-kuningan.
Perhatikan warna cahaya lampu neon dan lampu bohlam, beda bukan? itu karena masing-masing neon dan bohlam memiliki ”temperatur warna“ yang berbeda. Cahaya yang kekuningan (bohlam) disebut hangat sementara cahaya yang kebiruan (neon) disebut dingin.
Alasan kenapa kamera memerlukan setting white balance adalah karena kita memotret dalam kondisi pencahayaan yang berubah-rubah. Mata telanjang kita adalah alat yang super canggih dan mampu beradaptasi (menyeimbangkan) terhadap perubahan warna cahaya, jadi kertas putih dimanapun akan tampak putih bagi kita. Namun kamera tidaklah secanggih mata, karena itu kertas putih belum tentu terlihat putih bagi kamera dalam warna pencahayaan yang berbeda.
Jadi tujuan setting white balance adalah memerintahkan kamera agar mengenali temperatur sumber cahaya yang ada. Supaya yang putih terlihat putih, merah terlihat merah dan hijau terlihat hijau, atau dengan kata lain agar kamera merekam warna obyek secara akurat dalam kondisi pencahaayan apapun.
Bagaimana Cara Setting White Balance?
Setiap kamera memiliki cara setting yang berbeda, oleh karena itu anda harus merujuk pada buku manual jika memang sejauh ini belum menemukan caranya. Anda bisa mencari buku manual kamera disini. Kalau anda masih bingung, gunakan mode auto white balance. Kamera mungkin tidak selalu benar namun paling tidak lebih banyak benar.
Preset
Anda juga bisa menggunakan preset jika memang tersedia di kamera anda:
  • Auto – kamera akan menebak temperatur warna berdasar program yang ditanam dari sononya oleh pembuat kamera. Anda bisa menggunakannya pada kebanyakan situasi, namun tidak disetiap situasi (misal: memotret saat sunset/sunrise)
  • Tungsten – disimbolkan dengan ikon bohlam. Karena itu cocok digunakan saat anda memotret di ruangan dengan sumber cahaya bohlam.
  • Fluorescent – disimbolkan dengan ikon lampu neon, gunakan saat memotret di ruangan dengan pencahayaan lampu neon.
  • Daylight – biasanya dengan simbol matahari, gunakan saat berada di bawah sinar matahari
  • Cloudy – disimbolkan dengan awan, gunakan saat memotret di cuaca mendung
  • Flash – simbolnya kilat, jika anda menggunakan lampu flash (strobe) gunakan preset ini.
  • Shade – biasanya simbolnya rumah atau pohon, gunakan saat memotret dalam rumah (siang hari) atau anda berada di daerah bayangan – bukan sinar matahri langsung.
Cara Setting White Balance Secara Manual
Beberapa kamera, terutama SLR dan prosumer, menyediakan fasilitas setting white balance manual. Setting manual adalah cara paling akurat jika kita bingung dengan temperatur warna sumber cahaya kita. Ini biasanya terjadi dalam pemotretan dengan sumber pencahayaan yang lebih kompleks (lebih dari satu jenis temperatur warna).
Kita bisa memanfaatkan kertas putih untuk tujuan ini. Set white balace mode di custom atau manual, kemudian arahkan kamera supaya membidik kertas ini kemudian jepret. Kamera akan mendeteksi warna putih dan menyimpan temperaturnya, akan muncul konfirmasi di layar LCD kamera kalau setting sudah OK.
Cara yang lebih mudah dan akurat adalah dengan menggunakan aksesoris tambahan yang bernama expodisc atau kenko, harganya berkisar dari Rp. 800 ribu s/d Rp. 1,5 Juta. Anda bisa membeli-nya di toko-toko kamera besar di Jakarta dan Surabaya.